Kalian setuju gak sih? Kalau jaman sekarang itu serba mudah, semua akses mudah, melakukan sesuatu juga mudah oleh perkembangan teknologi yang pesat. Terlepas dari hal itu, karena perkembangan teknologi ini juga telah menciptakan suatu sistem jual beli dan investasi secara online atau berbentuk digital. Ini membuat sebagian besar orang di belahan dunia ini pasti pernah berinvestasi atau setidaknya membeli sesuatu di market place.

Nah apa sih trading dan investasi? perdagangan (trading) dan investasi jangka panjang adalah dua pendekatan untuk menginvestasikan uang di pasar saham dengan tujuan menghasilkan keuntungan. Sementara istilah ini sering digunakan secara bergantian, perdagangan dan investasi adalah metode yang sangat berbeda: Perdagangan berfokus pada pembelian dan penjualan jangka pendek, sementara investasi melibatkan pembelian dan penyimpanan sekuritas untuk jangka waktu yang lama.

Tergantung pada tingkat keahlian pasar Anda dan waktu yang Anda habiskan untuk berpartisipasi di pasar, tidak satu pun dari metode ini yang selalu lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain. Pelajari lebih lanjut tentang perdagangan (trading) dan investasi sehingga Anda dapat memutuskan taktik mana yang paling cocok untuk Anda.

Trading

Trading adalah tentang melakukan transaksi jangka pendek dengan tujuan “mengalahkan pasar,” atau menghasilkan pengembalian yang lebih besar daripada yang Anda harapkan dengan membeli dan menahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan investor jangka panjang mungkin bertujuan untuk pengembalian tahunan 7% setiap tahun, tujuan perdagangan mungkin keuntungan 5% setiap bulan. Keuntungan trading (Perdagangan) dihasilkan dengan membeli pada harga yang lebih rendah dan menjual pada harga yang lebih tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Kebalikannya juga benar: keuntungan perdagangan dapat dibuat dengan menjual pada harga yang lebih tinggi dan membeli untuk menutupi pada harga yang lebih rendah (dikenal sebagai “selling short”) untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang sedang jatuh.

Sementara investor buy-and-hold menunggu posisi yang kurang menguntungkan, trader mencari keuntungan dalam jangka waktu tertentu dan sering menggunakan perintah stop-loss pelindung untuk secara otomatis menutup posisi yang merugi pada tingkat harga yang telah ditentukan. Pedagang sering menggunakan alat analisis teknis, seperti rata-rata bergerak dan osilator stokastik, untuk menemukan pengaturan perdagangan probabilitas tinggi.

Gaya dalam trading juga mengacu pada jangka waktu atau periode penahanan di mana saham, komoditas, atau instrumen perdagangan lainnya dibeli dan dijual. Pedagang umumnya termasuk dalam salah satu dari empat kategori:

  • Position Trader: posisi dipegang dari bulam ke tahun
  • Swing Trader: posisi di tahan dari hari ke minggu
  • Day Trader: posisi di tahan seharian
  • Scalp Trader: posisi di tahan hanya beberapa menit hingga detik

Investasi

Tujuan investasi adalah untuk secara bertahap membangun kekayaan dalam jangka waktu yang lama melalui pembelian dan penyimpanan portofolio saham, sekeranjang saham, reksa dana, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.

Investasi sering diadakan untuk jangka waktu bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun, mengambil keuntungan dari fasilitas seperti bunga, dividen, dan pemecahan saham di sepanjang jalan. Sementara pasar pasti berfluktuasi, investor akan “mengendarai” tren turun dengan harapan harga akan pulih dan kerugian pada akhirnya akan pulih. Investor biasanya lebih peduli dengan fundamental pasar, seperti rasio harga terhadap pendapatan dan prakiraan manajemen.

Siapa pun yang memiliki 401 (k) atau IRA berinvestasi, bahkan jika mereka tidak melacak kinerja kepemilikan mereka setiap hari. Karena tujuannya adalah untuk menumbuhkan rekening pensiun selama beberapa dekade, fluktuasi sehari-hari dari reksa dana yang berbeda kurang penting daripada pertumbuhan yang konsisten selama periode yang diperpanjang.

beberapa instrument dalam investasi yang populer di Indonesia yaitu:

  • Saham: saham adalah investasi menjanjikan namun cukup beresiko. Saham pada dasarnya merupakan nilai persentase kepemilikan sebuah perusahaan, berarti jika anda memiliki nilai saham pada sebuah perusahaan berarti anda memiliki persentase atas kepemilikan perusahaan tersebut. Semakin besar persentase saham yang anda miliki semakin besar kepemilikan terhadap perusahaan.
  • Reksa Dana: Reksa Dana secara sederhana dapat di artikan sebagai instrumen investasi yang mengumpulkan para investor kemudian uang para investor di investasikan ke beberapa tempat di pasar modal. Setiap investasi pasti ada resiko yang berbeda beda, tergantung pada setiap peluang dan target calon tempat kita menanam investasi.
  • Obligasi: Obligasi merupakan investasi dengan mekanisme sama halnya meminjamkan uang pada pihak penerbit atau perusahaan untuk mengembangkan udaha.

Perbedaan Investasi dan Trading

Tidak sedikit dari kebanyakan orang kurang paham dari perbedaan investasi dan trading, banyak yang beranggapan keduanya adalah sesuatu hal yang sama – sama memberikan keuntungan. Untuk itu yuk simak beberapa perbedaan investasu vs trading:

  1. Faktor dari segi tujuan: Jika investasi bertujuan untuk menciptakan keuntungan secara waktu jangka panjang, maka trading sebaliknya akan bisa menciptakan keuntungan dengan waktu yang singkat.
  2. Faktor kelebihan dan kekurangan: Kelebihan berinvestasi di Indonesia salah satunya adalah sudah ada badan yang mengawasi yaitu OJK, namun kekurangannya, kenaikan persentase saham dibatasi, sedangkan trading kelebihannya belum ada badan yang mengawasi sehingga persentase nilai pasar naik tidak dibatasi, namun kekurangannya persentase nilai turun juga tidak terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *